>> Wednesday, August 12, 2009

menarik,,

melihat dunia terus berputar di porosnya.

menarik,,

melihat seberapa jauh dunia ini berubah dari zaman kelahiranku.

menarik,,

menyadari titik dimana aku berdiri saat ini.

menarik,,

melihat apa yang terjadi pada kita.

jalan itu begitu panjang. sesaat kupikir ia tak memiliki ujung.

kakiku tak bergeming.

suasana pun masih tetap hening.

terkejut, aku mendapati diriku sedang bingung.

tak ada panggung. tak ada skenario yang kupegang.

kepalaku mulai pening.

berang, tidak juga menemukan hal kecil yang mungkin dapat membuat tenang.

'terjang! terjang!'

kaget, aku jatuh terjengkang.

kini di depan mata kulihat tebing.

pusing.

ah, sial. ini hanya perang. untuk mencari terang.

disitu aku berdiri tegak menantang.

entah jalan tanpa ujung atau tebing.

siap terjun. mati urusan belakangan.

karena di sana kawan-kawan, menunggu aku datang.

Read more...

hitam

>> Saturday, June 13, 2009

hari tak tau. selalu malam. tak ada korek api. lilin tak berguna. aku bergantung pada bohlam 5 watt yang megap-megap dan empat indera yang tak terlatih.
hari tak tau. langit tak lagi mendongeng tentang awan, bintang jatuh, bulan, dan meteor. daun-daun kehabisan klorofil. pucat.
hari tak tau. ruang kantor pengap. tangan-tangan meraba. kopi tumpah pada kertas laporan tahunan. untung bos lagi tak mau marah. untung malam.
hari tak tau. tak ada tanda. tak ada guru.
hari tak tau.
bohlamku mati.

Read more...

I am walking in the rain

>> Monday, February 23, 2009

well. aku numpang nulis yak!!

fiuhhh.. aku cuma mo bilang, aku ini manusia biasa yang punya banyak kekurangan. aku orang yang cepet bosan dengan keadaan sekelilingku, dengan manusia-manusia yang tidak memahami aku. aku memang bukan orang yang suka lagu-lagu pop anak muda jaman sekarang yang kuncinya C-G-Am-F yang diulang-ulang sampe tuek. aku bukan anak yang tiap hari selalu pake kaos oblong + jaket + celana army atau jeans. aku suka bereksperimen dengan pakaianku. aku ga pengen dicap tomboy sampai tuek. jadi terimalah diriku yang suka menggonta-ganti apa yang kupakai, apa yang kumainkan, apa yang kutulis, apa yang kumasak, dan apa yang kubaca.

kadang kita gampang sekali menjudge kalau seseorang sudah melupakan kita. tapi pernahkah kita sadar kalau kita juga pernah terjebak dalam "kehidupan kita" yang membuat kita melupakan satu sama lain?

rutinitas itu membosankan. aku bukan orang yang suka rutinitas. aku melakukan apa yang kusuka, dengan caraku. aku suka refreshing. aku suka menghilang dari kehidupan orang lain untuk sementara waktu. tapi itu bukan berarti aku melupakan mereka.

ohhh.. hari ini hujan deras sekali. dan aku harus berteduh di warnet ini karena jarak dari tempat les ke kampus jauh sekali. dan aku jalan kaki. cuapeee dwehhh!!! but my violin class was greattt!!! baru dua kali pertemuan, guru musikku langsung nyaranin aku ganti buku ke tingkat yang lebih tinggi. hihihi.

aku tadi juga sharing ma dia kalo aku suka cello. dan omaigattt!!! dia ternyata ngajar cello juga!!! tapi dia ngajar di rumahnya, bukan di tempat les formalku. aku pengen banget belajar cello (melebihi biola sebenarnya). tapi karena ga tau tempat les cello dimana (dulunya), jadi ngambil violin aja. tapi biaya les cello mahal sekaleee!!! 500 rebu per bulan!!! itu untuk empat jam per bulan. hix...

wah. senang sekali bisa main musik lagi setelah TIGA tahun ga main musik secara konstan. ini benar-benar hadiah terindahhh tahun ini!!! thank GOD!!!

see you!!!

-linny

Read more...

satu rasa..

>> Thursday, January 8, 2009

haah..
pernah terbayang?
bahwa tiap orang di dunia ini menjalani hidupnya masing-masing?
bahwa tiap detik selalu ada yang terjadi pada tiap orang di dunia?

jangan melihat terlalu jauh.
lihat kita.
aku di sini, kau mungkin di rumah.
dia pun di rumahnya sendiri. membersihkan rumah atau kamar kosnya mungkin.
sedetik lagi mungkin ada yang beranjak untuk UAS, atau ke kamar mandi.
rutinitas biasa yang terjadi di tiap kehidupan manusia.

tapi, terjebak dalam rutinitas itu menyebalkan.
terjebak dalam kegiatan sendiri itu benar-benar menyebalkan.

kita telah membuat jembatan, tapi jembatan itu jarang diseberangi.
aku pernah menunggu hingga kurasa karatan pun tidak cukup menutupi tubuhku.
tapi tidak ada yang lewat atau hanya sekedar membersihkan debu di pundakku.

aku tahu kalian sibuk di sana. aku tahu sesekali kalian melirik padaku tapi waktu tak memberikan kalian celah untuk mampir.
dan aku pun terjebak dengan hidupku sendiri.

tapi, aku sedikit yakin bahwa kita sebenarnya merasakan satu rasa.
hanya ingin bertemu, dan bertanya 'apa kabar". iya, kan?

ayolah, kawan..
seberangi jembatan itu..
mari kita bertemu di tengah jembatan itu.
sebelum jembatan itu usang.
dan memisahkan kita.

Read more...